Wiranto: Hukum Harus Berubah Seiring Perkembangan Zaman

November 8th, 2017 by admin | Posted in Artikel

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan seiring dengan perubahan manusia yang dinamis, hukum pun juga harus berubah.

 

“Hukum menghadapi manusia, dan manusia sungguh sangat dinamis,” kata Wiranto saat menghadiri acara peluncuran buku Rekontruksi Asas Tiada Pidana Tanpa Kesalahan karya pakar hukum pidana Romli Atmasasmita, Jakarta, Selasa (7/11).

Wiranto berpendapat lingkungan manusia yang dihadapi hukum terus berubah sejak awal kemerdekaan hingga saat ini. Hal tersebut, kata Wiranto merupakan di antaranya karena terpengaruh dari kondisi global, perkembangan teknologi, dan bertambahnya populasi manusia.

 

“Tatkala menghadapi manusia yang berubah, hukum harus berubah, tidak mungkin hukum statis,” ujarnya.

 

Misalnya saja, lanjutnya terkait dengan perdagangan daring (online). Wiranto mengatakan pemerintah saat ini berencana untuk mulai membuat aturan tentang pajak perdagangan daring.

 

“Kita kewalahan menghadapi pajak perdagangan online. Hukumnya belum ada, tetapi aktivitasnya sudah ada,” ujar Wiranto.

Berbagai aturan hukum yang telah dibuat dan berlaku di Indonesia, nyatanya, menurut Wiranto sudah tidak bisa lagi mengimbangi kehidupan manusia yang dinamis.

 

Wiranto pun berpendapat perlu ada pemikiran atau terobosan baru untuk memperbaiki sistem hukum di Indonesia agar sesuai dengan situasi dan kondisi yang terjadi saat ini.

 

Indonesia Terlalu Mengadopsi Hukum Barat

 

Di sisi lain, Wiranto berpendapat Indonesia terlalu mengadopsi hukum dari barat, sehingga terkesan melupakan sistem hukum adat. Padahal, sambung mantan Menhamkam/Pangab itu, hukum adat telah mengatur sistem dan cara menyelesaikan konflik horizontal lewat mekanisme musyawarah mufakat.

 

Namun, lanjutnya, Indonesia justru mengadopsi hukum Barat yang hanya mengenal istilah salah dan benar. Akibatnya, setiap permasalahan diselesaikan lewat proses peradilan untuk menentukan pihak yang benar dan yang salah.

 

“Ternyata tatkala itu justru diadopsi dari kita ke dalam KUHP dan dilaksanakan sampai sekarang ini rupanya ternyata yang terjadi hanya mengejar satu kepastian dan kebenaran, tapi asas kemanfaatannya tidak ada,” ujar Wiranto.

 

Wiranto menilai lewat proses peradilan masalah memang bisa diselesaikan, tetapi justru menimbulkan masalah baru.

 

“Dan manfaatnya untuk masalah perdamaian, ketentraman, kebersamaan, persatuan menjadi terganggu,” katanya.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/nasional/20171107213122-20-254203/wiranto-hukum-harus-berubah-seiring-perkembangan-zaman/

Leave a Reply